Sepanjang sejarah, keluarga kerajaan dilanda skandal dan kontroversi. Mulai dari perselingkuhan hingga perebutan kekuasaan dan bahkan pembunuhan, sisi gelap kerajaan telah menjadi tema yang berulang di banyak kerajaan.
Salah satu skandal kerajaan paling terkenal dalam sejarah adalah kisah Raja Henry VIII dari Inggris. Dikenal karena enam pernikahannya dan keluarnya dia dari Gereja Katolik untuk menikahi Anne Boleyn, pemerintahan Henry dirusak oleh skandal dan intrik. Pencariannya yang kejam untuk mendapatkan ahli waris laki-laki menyebabkan eksekusi dua istrinya dan pembubaran biara, menyebabkan pergolakan yang meluas di Inggris.
Belakangan ini, keluarga kerajaan Inggris juga sering menghadapi skandal. Dari perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles hingga kematian tragis Putri Diana dalam kecelakaan mobil, keluarga Windsor tidak kebal terhadap kontroversi. Skandal “Camillagate” yang terkenal, di mana rekaman percakapan intim antara Charles dan Camilla dibocorkan ke pers, menyebabkan kemarahan publik dan merusak reputasi keluarga kerajaan.
Selain skandal pribadi, keluarga kerajaan juga terlibat kontroversi politik. Revolusi Rusia tahun 1917, yang berujung pada penggulingan Dinasti Romanov, dipicu oleh ketidakpuasan yang meluas terhadap rezim Tsar. Tsar Rusia terakhir, Nicholas II, dan keluarganya dieksekusi oleh kaum Bolshevik, mengakhiri kekuasaan Romanov selama berabad-abad.
Belakangan ini, skandal juga mengguncang keluarga kerajaan Spanyol. Raja Juan Carlos I turun tahta pada tahun 2014 di tengah tuduhan korupsi dan ketidakwajaran keuangan. Putranya, Raja Felipe VI, telah berupaya memulihkan reputasi monarki, namun bayang-bayang skandal masih membayangi institusi yang dulu dihormati tersebut.
Sisi gelap kekuasaan raja tidak terbatas pada kerajaan-kerajaan Eropa saja. Di Timur Tengah, keluarga kerajaan Saudi menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi. Pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada tahun 2018 menimbulkan kejutan di seluruh dunia dan menimbulkan pertanyaan tentang sifat sebenarnya dari rezim Saudi.
Meskipun citra glamor sering digambarkan di media, kehidupan para bangsawan tidak selalu berupa dongeng. Tekanan dari tugas, tradisi, dan pengawasan publik dapat berdampak buruk bahkan pada individu yang paling beruntung sekalipun. Selama masih ada raja dan ratu, akan selalu ada skandal dan kontroversi, mengingatkan kita bahwa mereka yang dilahirkan untuk memerintah pun tidak kebal terhadap sisi gelap kekuasaan.
